“Cie… selamat ya yang ultah, udah tujuh belas aja nih ye…” ucap Risa menggodaku. Kami sedang duduk dibawah pohon akasia tempat biasa menenangkan pikiran. “Huhaha, iya yah. Aku bahkan lupa kalau hari ini aku ultah.” Aku tergelak. Semalam sempat ingat kalau ultah, sebab Deni mengirim ucapan selamat tepat jam dua belas malah. Getaran ponsel yang membuatku terbangun. Ia merangkai kata-kata yang sekarang bahkan aku tidak mengingat sebaitpun kecuali “Happy sweet seventeen Mouza.” “Oh… jadi Mouza ultah nih. Traktir dong.”Sambar Salsa. “Seperti biasa ada acara makan-makan dirumah. Datang aja yah pulang sekolah.” Aku baru ingat ada pasukan Mbak Ipah dkk yang akan memasak di rumah hari ini. Aku tadinya tidak ingat untuk mengundang teman-teman untuk hadir sebelum Risa mengucapkan selamat. “Jam

