“Eh, anak kecil. Kemari kamu.” Salsa memanggil seorang anak kelas X yang aku tahu dia juga berasal dari desa yang sama denganku. Aku dan Salsa duduk di bawah kelapa sawit, sementara Risa sibuk mengobrol dengan Desi dan Rina di kelas. Di sekolah hanya ada beberapa yang dari desa yang sama denganku, sebab jaraknya cukup jauh dan beda kecamatan. Anak itu pun mendekati kami. “Kenapa?” ucapnya dengan santai duduk di samping Salsa. Aku terheran, sejak kapan Salsa akrab dengan anak kecil ini. Aku bahkan hamper tidak bicara dengannya meskipun satu desa. Dia adik dari Bu Nita yang mengajar mata pelajaran sejarah. “Mau cewek ngak?” tiba-tiba Risa menawarinya untuk mendekati cewek. “Ngak ah.” Ucapnya salbil tersenyum. “Tapi ada loh yang aku suka di kelas kamu. Aku sering lihat kamu ngobrol sama

