Keputusan Part 2

1015 Kata

Suasana begitu ramai membuatku susah untuk mengenali orang-orang sekitar. Satu persatu aku mulai bertemu dengan anak-anak satu kelas, mereka melihatku dengan beragam komentar. “Mouza ya, wah ngak ngeh aku kalo kamu ngak pake’ hijab begini.” “Mouza, rambut kamu aslinya begini ya?” “Wah Mouza, ternyata diluar ngak pakek hijab ya.” “Kamu Mouza kan, anak IPA.B?” Beragam komentar dari orang-orang yang baru pertama kali melihatku diluar sekolah. Berbeda jika mereka sudah pernah bertemu denganku di luar sekolah sebelumnya. “Mouza, jilbabmu kemana, ketiup angin?” “Wah, Mouza lepas hijab ya. Padahal cantikan pake’ jilbab loh.” “Kamu lepas jilbab za?” Tadinya kupikir bisa jalan bareng Silvi dengan enjoy, aku ngak kepikiran kalau sekampung ini isinya anak-anak sekolahan kami semua. Kenapa p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN