Fitnah Itu Kejam

1183 Kata

Aku dan Salsa berjalan di koridor sekolah, aku yang asyik mengobrol dengan Salsa tanpa sengaja menabrak Weni si fans Zul. "Apa sich?" ucap Weni kasar. "Maaf, ngak sengaja," Ucapku singkat sambil berlalu pergi. Mengingat Weni dulu pernah menginjakku dan tidak meminta maaf, jadinya aku enggan meminta maaf dengan benar. "Wajah tanpa dosa banget kamu ya," Weni mulai membentakku. "Kan udah minta maaf tadi," ucapku membalikkan badan menghadapinya. "Biasa aja woy," Salsa mulai emosi. "Ngak bisa biasa sama orang yang sok polos dan sok suci," ucap Weni dengan menunujuk-nunjuk di depanku. "Maksud kamu apa?" suaraku mulai tinggi. "Udalah, aku liat kamu yang keluar dari lembah-lembah di belakang kelas bersama Redi, ngapain kamu wanita sok suci," ucapan Weni yang sengaja ia keraskan agar murid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN