Aku berguling dengan kaki di atas meja TV agar mudah memindahkan chanel televisiku yang remotenya telah rusak. Bapak suka nonton di ruang TV di samping ruang tamu tempatku biasa menonton TV, sedangkan kak adi menonton TV di kamarnya. Begitulah cara kami agar tidak berebut chanel. "Dek, coba deh kamu buka lemari itu!" ucap Kak Adi dengan menunjuk lemari kaca di ruang tamu. "Widih, punya siapa?" ucapku dengan tangan memegangi pintu lemari. Ku lihat ada dua Handphone Nokia versi baru yang harganya masih tinggi. "Punya kakak donk," Kak Adi tersenyum. "Kok dua?" tanya ku heran. "Itu buat kamu satu, buat Kakak satu," ucap Kak Adi mengambil handphone yang dari tadi hanya ku pandangi. Ia memberikan satu untukku dan memegang satunya lagi di tangan kirinya. "Widih, boleh juga si Kakak bisa

