Kesepian

929 Kata

"Deni, udah sehat ni?" ucapku sambil duduk di samping Deni yang selalu saja menulis. Terkadang aku mengumpati mereka yang rajin belajar tapi tetap tidak bisa menjadi juara kelas. Mungkin belajar menjadikan sebuah tekanan. "Mmm, ya" Deni terus menulis dan enggan melihat ku. "Den,.." "Apa, mau minta di catetin apa lagi?" Deni seketika memotong ucapanku. "Hehe, ngak kok. Deni kamu sakit apa emangnya?" ucapku memiringkan kepala mencoba melihat wajah Deni yang fokus pada buku tulisnya. "Rematik, suka pegel-pegel. Kalau mau mijitin ayok sekarang aja," ucap Deni yang melepaskan penanya lalu memegang pundaknya. "Enak aja, ogah gwa," ucapku yang langsung memalingkan wajah. "Wkwk," Deni terkekeh. Aku melihat sekilas Redi sedang memandangi kami yang dari tadi duduk berdua. Sepertinya dia ter

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN