“Sal kamu tahu sama Redi?” tanyaku pada Salsa. Kami sekarang duduk di tengah hamparan sungai, pondok tempat makan dan nongkrong anak muda di desa B. karna di tengah sungai pondok ini menjadi seperti rempat nongkrong yang terapung. Kami juga di suguhi pemandangan orang kampung B atau kampung lain mencari ikan di atas perahu-perahu kecil yang terbuat dari kayu. “Kenal, dia satu sekolah juga dengan ku waktu SMP dulu. Kenapa?” Salsa berhenti memakan bakso sejenak untuk menjawab pertanyaanku. “Aku pacaran sama dia.” Dengan mudahnya aku mengatakan sesuatu yang pribadi pada teman yang belum terlalu akrab. Aku yakin dengan aku mengatakan ini pada Salsa aka nada suatu info yang baru. “Kamu serius?” mata Salsa melotot, sepertinya ia teramat kaget. “Seriu, dan gara-gara itu si Risa benci sama a

