“Cuy kita di ajakin kumpul di aula!” ucap Salsa saat kami sedang membereskan barang-barang yang berserakan di meja. “Ya, aku tahu. Kamu mau kita kumpul?” “Kita kumpul dulu bentar. Kalau sekiranya itu lama kita pulang duluan. Aku banyak kerjaan dirumah.” “Oke, ide bagus. Kalau lama bisa nangis-nangis nanti keponakanku, biasa anak kecil kalo capek nunggu suka begitu.” Seloroh ku yang membuat Salsa tergelak. Risa hanya melewati kami untuk langsung keluar kelas, tidak biasanya seperti itu. Apa dia marah soal OSIS tadi? “Kenapa si Risa? Mukanya di tekuk begitu.” Tanyaku pada Salsa. “Cuy, tahu ngak. Risa sekarang udah punya fans.” Bisik Salsa. “Fans gimana maksudnya Cuy?” ku pikir Salsa sedang mengada-ngada. Emang Risa artis punya fans. Dan lagi Risa punya fans, kalau Risa tahu bisa habi

