Mouza Prov Aku sedang menonton TV di kamar Kak Adi yang kosong. Ku dengar dering ponselku berbunyi di kamarku yang bersebelahan dengan kamar Kak Adi. Hanya ada sebuah nomor yang tidak pernah ku save di kontakku. “Hallo,” jawabku. “Hallo Mouza.” Suranya terdengar seperti bapak-bapak muda. “Ya, ini siapa?” “Aku tetanggamu, masak lupa.” Mataku langsung membulat. Bagaimana aku lupa saol bapak-bapak muda yang ganjen minta ampun itu. Bapak-bapak beranak satu yang istrinya masih bening namun ia tetap tidak bisa menjaga matanya yang masih saja jelalatn. Mana di rumah sedang tidak ada orang lagi. “Oh… kenapa?” aku mencoba sesantai mungkin. “Ada orang ngak dirumah?” suaranya sudah terdengar menjijikkan. Kalau saja bukan sekampung dan tidak ada hubungan kekeluargaan sudah ku maki-maki sekenc

