Malam ini Kak Rahmat datang kerumah dengan wajah berseri-seri dan senyum simpul yang selalu berusaha ia tutupi. Tujuan Kak Rahmat datang sebenarnya atas permintaan Kak Adi yang memintanya untuk mengajari kami bahasa inggris malam ini. Tapi ketika aku dan Kak Adi masih mengerjakan latihan yang diberikan olehnya, aku menangkap basah Kak Adi yang masih saja tersenyum-senyum sendiri seperti ia baru tiba tadi. “Kenapa?” aku menyikut Kak Aadi yang masih serius memperhatikan soal. Kak Adi hanya menggelang, kemudian kembali duduk di sopa yang tadinya duduk lesehan di sampingku. “Kenapa Sod? Lagi falling in love?” ku pikir Kak Adi tak perduli, tapi ternyata ia justru bertanya lebih dulu. “Ngak juga.” Jawab Kak Rahmat, masih saja tersenyum tidak bisa menyembunyikan rona bahagia di wajahnya. “K

