Salsa Prov Baru kali ini aku merasa ada jenis manusia yang kadar sabarnya di atas rata-rata. Ya, dia adalah sepupunya Mouza, laki-laki yang bertemu denganku di pondok terapung yang sering di sebut anak-anak kampung Pondok Ijo karna warna yang mendominsai adalah warna hijau. Awal ia mulai menghubungiku sering kali kuhujani kata-k********r semauku yang ku yakin akan membuatnya mundur untuk mendekatiku, namun hasilnya selalu ia sambut dengan gelak tawa tak beraturan yang ku yakin ia selalu terpingkal di balik layar ponselnya. Setiap perkataanku yang terdengar seperti marah-marah malah seperti lawakan baginya, terbukti dengan sambutannya yang selalu tergelak. Dan untuk sepersekian persen, kali ini aku yakin dia adalah laki-laki dewasa yang mampu mengimbangi sifatku yang kadang kekanak-kanak

