“SMSan sama siapa sih?” ucapku yang akhir-akhir ini sering menangkap gelagat aneh Salsa, kadang ia senyum-senyum sendiri, kadang bergumam tak jelas menatap ponsel tua yang tak kalah tebelnya dengan punyaku. “Kepo…” ia terus mengetik tak perduli, sementara Risa sepertinya hanya sibuk menerawang bertreveling nanar membelah lapangan hijau. Kami sedang duduk di bawah rindangnya pohon Akasia pinggir lapangan menghijau, tempat favorit kami yang jarang tertinggal setiap harinya. Di sinilah tempat kami banyak menagkap serangkaian kejasdian menyengkan, aneh dan kadang juga lucu dari tengah lapangan hijau. Mereka yang berada di tengah lapangan bak sedang bermain opera dan kamilah penontonnya. Ada yang berlarian saling mengejar, ada juga yang bermain volley ball, main silat ala film kolosal, mereka

