Sudah beberapa hari Mamak dan Kak Adi tidak pulang kerumah demi menjaga padi yang rindang menguning di ladang. Begitupun hari ini, mereka masih tetap bermalam di pondok bertiang dan berdinding bambu dengan atap dedaun yang panjang-panjang di anyam. Entah daun apa namanya. Yang aku tahu daun yang dipakai untuk atap adalah sama dengan yang suka digulung-gulung dengan tembakau lalu dijadikan rokok oleh para orang tua yang tidak mampu membeli rokok sungguhan. Bukan rokok ini ngak sungguhan, jika didalamnya di beri tembakau yang tidak tahu seberapa kadarnya itu justru cafeinnya bisa lebih tinggi, hanya saja harganya murah meriah. Cukup beli daun yang sudah di bentuk gulung-gulungan begitu, lalu beli tembakau murah. Modal berapa belas ribu juga sudah bisa merokok selama berbulan bulan. Kami di m

