Amanda merasa kebingungan ketika Senja meminta maaf tanpa adanya alasan yang jelas. “Memangnya dia salah apa ya? Dia aneh!” batin Amanda dalam hati sambil memikirkan kesalahan apa yang dilakukan oleh pria bertubuh jangkung dengan kaki jenjang yang dimilikinya. Ketika berada di tengah lamunannya, Marsha datang menghampirinya dengan membawa siomay hangat yang dibungkus dengan plastik transparan lalu diberi saus kacang yang semakin membuatnya berselera. “Terima kasih.” Amanda mengucapkan terima kasih kepada salah satu teman dekatnya dan menarik kedua sudut bibirnya hingga membentuk sebuah lengkungan indah di bibir ranumnya. Saat itu, hari mulai berganti menjadi sore. Matahari masih memancarkan cahayanya di ufuk barat dan hampir menenggelamkan wujud indahnya. “Aku dengar, Senja mendapat huk

