bc

Tawanan Cinta CEO Kejam

book_age18+
81
IKUTI
1.6K
BACA
BE
dominant
badboy
kickass heroine
stepfather
drama
bxg
bold
friends with benefits
like
intro-logo
Uraian

Dalam bayangan teror yang mencekam, Aurora Maria terjebak dalam hubungan yang mengerikan dengan Noah Adam Anderson, seorang CEO berwajah tampan yang menyimpan sisi gelap. Noah, dengan suara baritonnya yang dingin, menuntut Aurora untuk sepenuhnya menjadi miliknya. Aurora, yang tanpa sengaja terjebak dalam hubungan ini, hidup dalam ketakutan setiap detiknya. Namun, dia tidak berencana untuk menyerah begitu saja. Dengan keberanian yang membara, Aurora berencana untuk melarikan diri dari cengkeraman Noah yang psikopat. Dengan tekad kuat, Aurora berbisik pada dirinya sendiri, "Aku harus pergi dari pria psikopat gila ini!" Namun, apakah Aurora bisa melarikan diri dari labirin teror yang dibangun oleh Noah? Ataukah dia akan terjebak selamanya dalam kegelapan yang menakutkan ini? Atau mungkin, ada kejutan lain yang menanti Aurora?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 Kejadian malam itu!
Bunyi teriakan seorang pria menggema di dalam gudang itu, sedangkan seorang pria dengan tatapan mengerikan sedang menjilat pisau berlumuran darah yang telah dia gunakan untuk menguliti pria yang sedang terikat di hadapannya ini. "T-tolong ja-jangan bu-nuh aku, a-aku tahu a-aku ti-tidak seharusnya me-ngacaukan pe-pekerjaan i-itu," rayu pria yang sedang dikuliti itu. "Tuan Noah, ini sudah hampir waktunya untuk ke bandara karena pesawat kita dengan tujuan negara X akan lepas landas satu jam dari sekarang," ucap salah satu pengawal pribadi pria itu. Noah Adam Anderson, pria yang berusia 30 tahun dan telah sukses di usia itu dengan perusahaannya yang menduduki tempat pertama di dalam negara X. Namun, siapa sangka pria yang merupakan CEO itu mempunyai sisi gelap yang merupakan seorang psikopat. Seorang psikopat yang kejam dan haus akan darah itulah yang dapat dilihat oleh orang-orang yang menjadi korbannya. "Cih, jaga dia baik-baik. Aku belum selesai bermain dengannya," sahut Noah dengan bariton suara yang dingin. Noah keluar dari gudang itu dan memasuki mobil yang telah disediakan untuknya ke bandara. Sepanjang perjalanan Noah hanya diam dan menikmati perjalanan yang akan memakan waktu belasan jam di atas udara. Kehidupan di tengah kota terlihat begitu sibuk, semua orang mengerjakan pekerjaan masing-masing. Termasuk seorang gadis yatim piatu yang berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. "Aurora, buket pesanan bunga nomor 10, 12, 15, dan 16 sudah diselesaikan? Sebentar lagi, pemiliknya akan datang," tanya seorang wanita muda yang dipanggil Sarah. "Sudah selesai Kak Sarah, aku telah meletakkannya di etalasi dekat meja kasir," jawab seorang gadis muda yang dipanggil Aurora. Aurora Maria, gadis yatim piatu yang dibesarkan di sebuah yayasan panti kini telah berusia 19 tahun. Aurora harus keluar dari panti karena usianya bukan lagi tanggungan yayasan. Oleh itu, Aurora mencari kerja hingga bertemu dengan Sarah dan mendapat pekerjaan di sebuah toko bunga sebagai dekorator buket bunga. "Baiklah, terima kasih," sahut Sarah lalu bergegas menuju ke meja kasir menunggu sang pemilik buket bunga datang. Sarah merupakan istri dari pemilik toko bunga ini. Dia juga merupakan teman dekat Aurora dan telah menganggap Aurora sebagai adiknya. Kehidupan Aurora setelah dia tidak lagi berada di yayasan sungguh benar-benar mencabar. Namun, Aurora tetap sabar menghadapinya, Aurora yakin suatu saat dia bisa memberikan hidupnya kebahagiaan. Waktu berjalan dengan begitu cepat, kini Aurora telah bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya. "Aurora, apa kau yakin mau pulang sendiri? Ini mau hujan loh?" tanya Steven yang merupakan pemilik toko bunga tempat dia bekerja. "Benar, ikut dengan kami saja daripada kau harus menunggu taksi mungkin akan keburu hujan nanti," sahut Sarah pula yang turut mengkhawatirkan Aurora. "Aku sudah memesan taksi online, jangan khawatir. Aku pasti sampai rumah sebelum hujan," jawab Aurora tersenyum lebar. "Baiklah, kalau begitu hati-hati ya. Kalau ada apa-apa langsung kabarkan pada kami," ucap Sarah lagi sebelum memasuki mobilnya. Aurora hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah, mobil pasangan suami istri itu menjauh barulah Aurora menghela napas panjang. "Taksi online? Padahal, uangku semua sudah habis aku gunakan untuk adik-adikku di yayasan beberapa hari lalu," gumam Aurora dengan lirih. Aurora sebenarnya tidak mau merepotkan kedua bosnya itu karena tujuan mereka berbeda. Oleh itu, Aurora lebih memilih membohongi mereka daripada harus merepotkan. "Hah, harap hujan turun setelah aku tiba di rumah, mana harus jalan kaki lagi. Oh Tuhan, lindungilah aku," ujar Aurora sambil menatap ke arah langit malam yang terlihat sangat gelap. Aurora mulai berjalan kaki ditemani dengan bunyi guntur dan petir yang bersahutan. Jujur saja, Aurora semakin merasa takut karena jalan menuju ke rumahnya malam ini terlihat sangat sepi. Mungkin karena hujan akan turun, oleh itu tidak ada yang berada di jalanan. Sudah hampir 20 menit Aurora berjalan kaki, namun tiba-tiba rintik-rintik hujan mulai turun membasahi bumi ini. Aurora berlari dengan cepat ke arah lorong yang terlihat bisa melindungi dirinya dari air hujan itu. "Hmm, lagi-lagi Tuhan tidak mengasihaniku." Aurora mengusap bajunya yang hampir basah sambil berceletuk. Hujan turun semakin deras, Aurora mulai kedingin hingga dia memilih masuk lebih jauh ke dalam lorong sepi itu. Mulut Aurora terlihat seperti membaca mantera tanpa mengeluarkan suara. “Sial, jangan sampai ada roh jahat di sini! Mudah-mudahan jangan ada karena aku anak baik yang patuh pada iman.” Tiba-tiba terdengar bunyi seperti seseorang sedang berteriak histeris dan langsung membuat Aurora duduk sambil menyatukan kedua tangannya. Aurora mulai berkata dengan suara seperti berbisik, "Wahai roh jahat atau dedemit atau jin segala macam, jangan dekati aku, karena aku anak kesayangan Bapaku di surga, awas kalian mati dua kali." Setelah berkata-kata, Aurora mulai duduk sambil bersandarkan dinding lorong itu dan tubuh mungil Aurora tertutup oleh kotak kayu yang berada di sebelahnya. "Kalau tahu begini, lebih baik aku menerima tawaran Kak Sarah dan Kak Stevan, ah menyesal banget," gerutu Aurora merasa kesal karena dirinya harus menunggu hujan berhenti barulah dia bisa pulang. Masih sedang melamun jauh tentang hidupnya, tiba-tiba suara orang berteriak terdengar lagi. Kali ini lebih dekat dengan Aurora, sontak Aurora pun menutup matanya. "Jangan, jangan dek—" ucapan Aurora terhenti ketika mendengar suara seorang pria, Aurora langsung saja mengintip pada celah-celah kotak kayu itu. "Kau tidak akan bisa lari! Sudah aku katakan aku tidak suka orang mempermainkan aku," ucap seorang pria yang bersuara dingin. "Nak Noah, maafkan tante. Tante han—" ucap seorang wanita itu yang tidak selesai berkata karena pria yang dipanggil Noah itu sedang mencekiknya. Aurora menutup mulutnya dengan kuat, ketika melihat kejadian itu. Awalnya ingin sekali dia menyelamatkan wanita itu, tetapi Aurora terpaksa hentikan niatnya ketika anak matanya menangkap pistol yang berada di tangan kanan Noah itu. ‘Apa ni? Tolong, jangan sakiti wanita itu!’ Aurora hanya bisa berteriak di dalam hati. Posisi Aurora tidak terlihat oleh Noah dan wanita yang sedang menderita itu. Bughh! Noah menghentak tubuh wanita itu di atas tanah dengan kuat hingga darah menyembur keluar dari mulut dan hidung wanita itu. Mata Aurora semakin membulat, tanpa dia sadar air matanya mengalir karena ketakutan. Aurora menggigit bibir bawahnya agar suara mau pun napas yang semakin memburu tidak terdengar. "Ma-af ka-n tan-tante No-Noah!" ucap wanita itu yang terlihat sangat menyedihkan. Noah terlihat menggelengkan kepalanya lalu dia menarik pisau lipat yang berada dari dalam sakunya. Kemudian, Noah memainkan pisau lipat tersebut pada pipi wanita itu. Sreet! Lagi-lagi Aurora dibuat semakin ketakutan ketika melihat pria yang dipanggil Noah tadi mulai menancapkan pisau pada pipi wanita itu lalu mengoyaknya. Wajah Noah terlihat menyeringai senang. "Aku akan membuatmu menikmati rasa yang menyenangkan ini," bisik Noah lalu perlahan menarik pisaunya hingga ke mulut wanita itu. ‘Ssttt.’ Rasanya ngilu sekali dan … pastinya sakit. Aurora meringis tanpa sadar suaranya terkeluar dan dengan cepat Aurora kembali menutup mulutnya dengan erat. Anak mata Noah tiba-tiba saja berputar ke arah sekitarnya dan tersenyum menyeringai, lalu dia kembali menatap ke arah wanita yang dia siksa itu. "Kau rupanya yang meringis, heh apakah rasanya terlalu nikmat?" tanya Noah dengan tatapan horor dengan sudut bibir yang terangkat. Bersambung...

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook