TZT-56

2167 Kata

Seorang pemuda terus mengembangkan senyumnya melihat Erinna yang terpaksa memakan es krim yang telah dipesannya. Saat ini, mereka berada di kedai es krim. Reva dan Bianva juga ikut. Keduanya memaksa ikut saat Reyhan hanya mengajak Erinna seorang. "Senyum dong, Rin. Gue 'kan udah nepatin janji buat makan es krim sepuasnya." ucap Reyhan yang langsung mendapat tatapan intens darinya. "Tapi, gue nggak butuh lo nepatin janji yang udah basi!" sarkasnya. Reyhan menganggukkan kepalanya. Membuat Erinna geram. Gadis itu tak menyukai perubahan sikap di dalam dirinya yang terasa sangat aneh baginya. Jika terus seperti ini, maka mereka tak akan lagi beradu mulut. Dan itu tidaklah seru. "Rin, balik jam berapa nih? Gue udah pengen rebahan!" tanya Reva yang sudah merindukan kasurnya itu. "Gue ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN