TZT-55

2176 Kata

"Ellin, itu ada Reyhan di luar, sayang..." teriak Tarissa pada putrinya yang masih bersiap di dalam kamar. Ellinda mengerutkan kening. Untuk apa, Reyhan datang ke rumahnya sepagi ini? Apakah, pemuda itu mengajaknya berangkat bersama ke sekolah? Tidak mungkin. Untuk memastikannya, ia segera berlari menuruni anak tangga. Langkahnya terhenti kala melihat sebuah motor yang melaju meninggalkan pekarangan rumah. Ia terlambat. Reyhan sudah pergi lebih dulu. "Aneh banget sih?" lirihnya kembali masuk ke dalam rumah. "Loh, kok balik lagi, Lin?" tanya Tarissa yang tengah mengolesi roti tawar dengan selai cokelat. "Udah pergi Reyhannya, Mi." jawabnya meraih roti yang sudah terolesi selai cokelat kesukaannya, kemudian memakannya. Sisi dan Seno berebut masuk ke dalam rumah sahabat mereka. Pagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN