Ellinda tak kunjung turun dari mobil. Ia menatap lekat manik mata sang Abang yang mengulurkan tangan ke arahnya. Jujur saja, ia takut masuk ke dalam rumah dan bertemu si kembar. Ia merasa trauma jika mereka akan kembali bersikap kasar kepadanya lagi. Meskipun, Rendy telah meyakinkan, bahwa si kembar tidak ada di rumah. Tetap saja, Ellinda merasa berat untuk melangkah. "Ayo masuk, Dek. Si kembar nggak ada di rumah. Mereka lagi main di rumahnya Farel." ucapnya untuk kesekian kali. "Abang nggak bohong 'kan?" Rendy menghela napas gusarnya. Lalu, menggeleng pelan. Ia mulai merasa pegal karena terus membungkukkan badan. Karena Ellinda tak kunjung menerima uluran tangannya. "Ayo. Di rumah cuma aja Papi sama Bi Lilis. Ada juga tuh, Pak Marta di pos satpam." jelasnya sambil menunjuk seorang pr

