Sesuai yang dikatakannya kemarin, Erinna memutuskan bolos sekolah. Saat ini, ia berada di salah satu cafe dekat sekolahnya. Meskipun ia tak masuk sekolah, dirinya tetap belajar di tengah keramaian suasana cafe. Hal itu sama sekali tak mengganggunya. Karena, Erinna menyukai keramaian ketimbang kesunyian. "Kenapa ya, gue masih ngerasa nggak bahagia, padahal gue udah tinggal bareng Mami." gumamnya. Erinna menghela napas. Ia kembali memasukkan buku-buku ke dalam tasnya dan menyisakan selembar kertas dan pensil. Kemudian menuliskan kalimat yang selama ini ia rasakan. Keluarga adalah sumber derita. EZMZ. Setelah itu, ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Memejamkan matanya beberapa saat, berharap dapat mengurangi rasa gelisah di hatinya. Namun, hal itu tak terjadi ketika ia mendenga

