Semua orang menunggu kesadaran seorang gadis yang masih tak sadarkan diri sampai saat ini. Ibram sudah berencana membawanya ke rumah sakit, tetapi tidak disetujui oleh Rendy. Lelaki itu ingin adik perempuannya tetap berada di rumah. Karena ia merasa yakin, jika Ellinda hanya terkena demam saja. "Sudah turun belum panasnya, Ren?" tanya Ibram pada putra sulungnya yang tengah mengompres kening Ellinda. "Belum Pi." jawab Rendy menyudahi kegiatan mengompresnya. Ellinda membuka matanya yang berair. Ia menatap lamat-lamat wajah Abang sulungnya. Gadis itu masih merasa kedinginan meskipun suhu tubuhnya panas. "A-Aku mau pulang..." cicitnya memegang lengan Rendy. Ibram mendekat. Ia membelai rambut hitam panjang milik putrinya. "Di sini rumah kamu, Erin. Kamu mau pulang kemana?" ucapnya lembu

