Sang fairy prince tertegun. Ia tidak menyangka, jika ada suatu yng berani menegur. Aku merasa mengenal baik siapa pemilik suara itu. Jangan-jangan—
“Dewa Avnoz?” panggil lelaki bermata biru itu.
“Truantz, anakmu sudah masuk ke fairy world, itu berarti, sudah memilih kembali ke tempat di mana seharusnya berada. Kenapa kau malah meminta, agar si gadis pulang ke dunia mortal? Itu melanggar hukum!”
“Ostara has half human and half fairy blood. That means half of her world belongs here. I'm not breaking the law, God’s Avnoz.”
“Tetap saja tidak bisa. Dia mengikuti rombongan fairy dan masuk ke dalam fairy ring secara sukarela, so you cannot take her home!”
Astaga, benarkah itu? Sungguh gawat, karena itu sama saja meminta pulang ke dunia peri dengan keinginan sendiri. Bagaimana bisa ada sekelompok fairy masuk ke dalam mimpi? Jangan katakan, kalau aku dipaksa harus merelakan putri kecil? Ini tidak bisa dibiarkan, karena biar bagaimanapun dia adalah buah hati kami. I'm not willing if God Avnoz imposes his will by separating me from my beloved only daughter! tekad Truantz, kokoh.
“My daughter did not return to the fairy world, because her body is still here and that means she is dreaming. Let me take Ostara home, because we, her parents, live in the mortal realm and are not separated in two different worlds.”
“I am the ruler of dreams, so you must obey my words and orders! If it is true that she is not dead, then she must wake up herself. You can only show Ostara the way so that she can return to her own body!”
Fairy prince merasa geram, akan tetapi terpaksa mengikuti kemauan sang penguasa mimpi. Bila tetap ngotot, maka putri kecil tercinta pasti tidak bisa pulang ke dunia mortal, sehingga dianggap mati. Hal ini pasti menimbulkan kesedihan mendalam di hati pasangan, lalu keterkejutan di keluarga besar di sini.
“Baik, aku setuju. Tapi, jangan mencoba menghalangi, saat hendak memberi petunjuk kepada Ostara. Jika terjadi pelanggaran, sudah pasti akan melawan!” tegas Truantz.
“Deal!”
Astaga, sekarang harus bagaimana? Aku tidak membawa pulang langsung putri kecil, tapi diizinkan untuk memberi petunjuk. Itu sungai tak jauh dari portal, fairy ring. Jika dia berjalan mengikuti arahan, sudah pasti selamat, batin Truantz.
“Letzugth loitz egrtafct adgirtz vaght!” Tubuh mortal ala manusia pun perlahan-lahan berubah menjadi kecil. Sepasang sayap kembali muncul di punggung. Pakaian yang dikenakan juga ikut menyesuaikan.
Tanpa berlama-lama, fairy male yang menyayangi keluarga, langsung masuk ke alam mimpi, untuk membantu anak tunggal, supaya bisa kembali ke tubuh sendiri di dunia manusia.
“Aku ingin pulang. Ayah ... ibu ...,” gumam Ostara, sedih. Airmata pun mengalir di pipi, lalu terdengar isakan pelan. Cahaya mentari begitu terik, akan tetapi tak membuat si gadis cilik, merasa kepanasan.
Suami dari Rhean Lutzh pun sudah tiba di sana. Ia mendekat ke sebelah kanan, lalu menatap raut cantik yang tengah bersedih. Rasa iba muncul, namun tetap harus dalam misi semula: membawa buah hati pulang ke dunia asal. “Ostara.”
Sang pemilik nama tertegun sesaat, lalu mengedarkan pandangan ke sekeliling, seakan memastikan, jika apa yang didengar tadi benar-benar kenyataan. “Siapa?” tanya anak perempuan memiliki keturunan setengah mortal, dan peri tersebut, takut-takut.
“Aku di sini, Ostara,” jawab Truantz, seraya melambaikan tangan.
Sungguh sulit, ketika kembali ke wujud semula. Ukuran tubuh mengecil, sehingga membuat siapa pun menjadi bingung, apalagi jika dia manusia. Aku tak menyalahkan, jika anak sendiri mengalami hal demikian, karena lebih mudah berinteraksi, jika berada di badan pria dewasa, pikir lelaki cerdas tersebut.
Si kecil menatap ke arah yang disebutkan, lalu terpekik kecil. “Hantu!” Dia bahkan mundur ke belakang beberapa langkah.
“Aku bukan hantu. Kau ingin pulang, ‘kan? Follow me and you will meet your parent again,” sahut Truantz, sabar.
The most painful situation is when the child herself says her father is a ghost, when in fact, I am a fairy, and so is she who has a half human and half fairy. Don't take it to heart, so that the main goal is achieved: bringing my daughter out of dreamland, so she can wake up again, batin fairy male.
“Bagaimana jika kau bohong? Aku ke sini pun karena mengikuti kupu-kupu, tapi tak bisa pulang!” tolak Ostara, Ia merasa takut, jika mengalami kejadian menakutkan seperti tadi.
“I promise you will soon return to where you came from and meet your parents again. Don't you miss them, little girl? You're lost and I'll take you to—” Belum selesai sang ayah menyelesaikan perkataan, tiba-tiba, datanglah sekelompok prajurit fairy. Mereka tampak berpatroli, sehingga apabila keduanya ditemukan, sudah pasti akan tewas.
Sepasang mata biru langsung terbelalak. Karena takut akan ketahuan, Truantz langsung memegang tangan kanan si kecil, seraya mengucapkan spell, supaya bisa langsung ke portal, “Oughtz liotz nac Ostara tuzbt luentz ti pregth vaght!”
Tubuh ayah dan anak itu menghilang dengan sekejap, tepat sebelum rombongan pasukan itu lewat, sehingga keduanya selamat. Anak perempuan berambut pirang terkejut, karena tak menyangka kalau eksistensi mereka bisa menguap begitu saja.
Tak lama kemudian, keadaan berubah. Ostara dan Truantz sudah tiba di dalam hutan, di mana terdapat sebuah lingkaran sempurna dibentuk oleh jamur, seolah berbentuk cincin. Hati si lelaki menjadi lega, karena sebentar lagi tujuan akan terpenuhi.
“Masuklah ke dalam lingkaran itu, lalu kau akan bisa pulang ke rumah. Ucapkanlah ‘oughtz liotz tuzbt luentz ti morgthz!’ Dengan sungguh-sungguh. After that, you will come back to your world,” ucap pria berhidung mancung itu.
“Tapi—”
“Cepatlah, waktu yang kau punya, tidak banyak lagi!” desak Truantz.
“Siapa namamu?”
“Cepat ucapkan! Namaku tidak penting, karena keselamatanmu jauh lebih utama!” Anak perempuan berkulit putih itu pun masuk ke dalam lingkaran, lalu menatap ke arah fairy male yang rupanya sungguh tidak asing di ingatan.
“Oughtz liotz tuzbt luentz ti morgthz!” ucap si kecil nan cerdas, sungguh-sungguh. Tubuh mungil pun segera menghilang dari pandangan.
“Semoga kau selamat sampai ke tubuhmu, Ostara.”
***
Istilah bahasa asing:
1. Letzugth loitz egrtafct adgirtz vaght! = Rubahlah aku ke wujud semula (peri)!
2. Oughtz liotz nac Ostara tuzbt luentz ti pregth vaght! = Bawalah aku dan Ostara tanpa ketahuan ke portal fairy!
3. Oughtz liotz tuzbt luentz ti morgthz! = Bawalah aku tanpa ketahuan ke mortal (dunia mortal)!