Barry membelokkan mobilnya di lapangan parkir di sebuah minimarket yang kelihatan sepi dan mematikan mesin. Lalu dia mengeluarkan ponsel, menekan serangkaian angka dengan gerakan cepat. "Mau telepon siapa?" tanya Tsania yang tengah meringkuk di kursinya, memperhatikan gerak-gerik Barry. "Polisi!" Barry menempelkan ponsel itu ke kupingnya. "Kita harus..." "Jangan!" Tsania memotong ucapan Barry, merebut ponsel pria itu dan mematikan ponselnya. "Aku ini artis. Sampai berita ini sampai tersebar bisa hancur semuanya. Kalau gitu sih, ngapain aku minta kamu yang jemput aku di klinik?" "Kamu kan bisa bikin ini jadi semacam settingan. Kata Maghia lagi hits tuh, anak yang berseteru sama orangtuanya. Dengan begini kan berita tentang kita pelan-pelan tenggelam. Kita berdua sama-sama untung." Barr

