hatu ***** Begitu taksi yang dia naiki berhenti depan rumah sakit, Barry segera turun dan berlari sambil membopong Maghia yang pingsan ke instalasi gawat darurat. Saat menunggu Maghia mendapat perawatan jantungnya terasa berdetak seratus kali lebih cepat. Setengah jam berlalu, seorang dokter keluar dari dalam. Barry yang sejak tadi duduk di kursi yang ada di lorong rumah sakit sambil termangu langsung menghampiri. "Bagaimana?" Barry bertanya sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya. "Kecuali pergelangan kakinya yang terkilir yang lain baik-baik saja. Hanya sedikit lecet dan memar." Sambil mengusap wajahnya Barry mengembuskan napas lega. Lalu dengan ekspresi curiga dia bertanya lagi, "yakin cuma itu aja, Dok? Nggak ada yang lain?" Dokter itu lalu menjawab dengan singkat

