Part 51 revisi

1149 Kata

Ditempat lain, dengan secangkir teh di tangan, Merry memperhatikan Maghia dengan seksama. Dia kelihatan sehat dan makan terlalu lahap untuk ukuran orang yang baru mendapat kecelakaan, dan katanya lagi sampai pingsan semalaman. "Ah, nggak pingsan kok..." Maghia melihat melirik ke sana kemari dengan bingung, "Kemarin itu aku ngantuk, pas diperiksa eh ketiduran. Barry aja berlebihan. Tante pasti khawatir deh, maaf ya." sahut Maghia. Biar deh alasannya nggak masuk akal. Namanya juga alasan, mau masuk akal atau nggak yang penting punya alasan jadi bisa berkelit. Itu lebih terhormat dari pada mengaku pura-pura pingsan karena malu. "Pikirmu kamu siapa sampai perlu di khawatirin?" Maghia meringis sambil menggerutu dalam hati. Punya pasangan kayak Barry saja stok sabarnya sudah mulai menipis da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN