Well done! Winda berjalan mendekati pintu saat mendengar bel berbunyi. la tahu bahwa itu bukan Bima dan mendekatkan kepalanya ke lubang di pintu untuk mengintip siapa yang berada di luar sana. Pandangannya menangkap sepasang mata yang menatap lurus ke arah pintu dan Winda tersenyum tipis. la selalu melihat mata yang sama ketika bercermin setiap pagi dan Winda hanya tahu satu orang lainnya yang memiliki mata tersebut. "Eka,” ucap Winda saat ia membuka pintu. Eka, pria yang berdiri di hadapannya memberikan senyuman kecil kepadanya. "Hai, Kak." "Apa yang membawamu kemari?" tanya WInda bingung. Koper kecil yang berada di samping Eka tidak luput dari pandangannya. Hubungan antara Winda dan Eka tidak seperti hubungan antara saudara pada umumnya, namun bisa dikatakan bahwa hubungan yang me

