Bima bersumpah bahwa ini terakhir kalinya ia menempatkan Winda dalam kesakitan seperti ini. la merasa tidak berguna hanya dapat menggenggam tangan Winda yang lembab sementara wajah wanita itu terlihat pias dipenuhi bulir keringat. Bima sedikit membenci kenyataan bahwa ialah penyebab utama di balik sakit yang dirasakan oleh Winda. Meskipun ia sadar bahwa memang ini yang akan terjadi saat seseorang melalui sebuah proses persalinan, Bima tidak dapat membuang perasaan khawatir dan bersalahnya. Genggaman Winda sesekali akan berubah menjadi erat ketika kontraksi melandanya, membuatnya merintih dan memejamkan mata erat-erat. Tidak peduli bagaimana caranya Bima mencoba untuk memeluk dan mengelus punggungnya, sakit yang dirasakan wanita itu tidak berkurang sedikit pun. Winda melengkungkan diriny

