MMY 38

1992 Kata

Sebenarnya, Zafran tidak benar-benar mengabaikan Zakiya. Pria itu masih memberikan fasilitas nomor satu untuk putrinya. Namun, memang tidak ada perhatian atau kata-kata manis yang keluar dari mulutnya kecuali kalimat itu. Kalimat yang membuat Zakiya bangkit ketika merasakan rasa putus asa, kalimat yang membuatnya bisa sampai disini dan terus bertahan. Serta dapat mengangkat kepalanya tangguh. “Hanya segini saja kemampuan kamu?” “Apa ini? Hanya segini?” “Jadi sampai segini saja kemauan kamu?” Tidak spesial memang. Namun, Zakiya merasa darahnya dialiri semangat ketika mendengar perkataan itu untuk kembali berjuangan. Ia akan memberikan piala untuk Zafran jika ada nominasi ayah yang paling buruk di dunia. Tapi, Zafran tetaplah ayahnya. Di dalam tubuhnya, ada darah pria itu mengalir. Le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN