Matahari telah berganti bulan, begitu juga langit yang sudah menggelap digantikan dengan cahaya dari lampu yang menghiasi malam. Suasana begitu hening ketika jam di dindingin hampir menujukan pergantian hari. Dimana banyak orang yang saat ini tengah tertidur dengan lelapnya. Tapi, tidak dengan seorang lelaki dewasa yang masih berada di kursi kebesarannya, di ruangan yang juga tak kalah besar dan mewah. Ruangan terbesar yang menjadi milik sang pemimpin perusahaan. Disana, Raka Arfhadia masih berjibaku dengan pekerjaan dan berkas di atas mejanya. Raka bukan seorang workholic—si pecinta bekerja, pria itu lebih mencintai isterinya—Zalia Arfhadia lebih dari apapun. Jadi, dia tidak mungkin meninggalkan sang isteri hingga seharian penuh jika saat ini dia tidak memiliki masalah yang sangat penti

