“Mau kemana, Mbak?” “Hah? Tunggu,” ujar wanita itu mengerutkan dahinya ke arah pria yang berada di balik stir mobil. “Yang ngajak saya kan kamu, Zhafif. Tapi, kenapa malah nanya sama saya perginya kemana?” tanya Zakiya sewot membuat Zhafif meneguk ludahnya, ngeri. “Kamu enggak lagi ngojol kan?” tanya Zakiya sedikit tak asing dengan pertanyaan Zhafif di awal. Zhafif meringgis lalu kemudian terkekeh. Remaja lelaki itu kemudian terdiam sebentar, menggigit bibir bawahnya bingung. Sudah dibilangkan bahwa ini adalah pertama kalinya dalam sejarah hidupnya, ia mengajak perempuan selain Maminya keluar bersama. Jika bersama Zalia, tujuan mereka paling-paling ke Mall. Pergi bersama Zalia membuat Zhafif kadang trauma karena Maminya itu tak segan-segan membelikan celana dalam miliknya. Pake di ang

