“Mbak Zakiya saya takut,” cicit Zhafif sambil menatap Zakiya dengan raut wajah campur aduk. “Apanya sih yang ditakutin?” tanya Zakiya heran. “Ayah peluk Zac aja biar enggak takut!” Zac menjulurkan kepalanya di antara ke dua orang tuanya. Bocah itu menatap Zac dengan senyum lebar. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil milik Zakiya, tepatnya baru saja sampai di garasi rumah mereka yang diberikan oleh Zalia dan Raka. “Tuh peluk Zac saja,” suruh Zakiya sambil mencubiti pipi Zacky yang sudah gembul sekarang. Anak itu terkikik geli. Zhafif terkekeh, ia merentangkan tangannya ke arah Zac dan bocah itu langsung menghambur ke pelukannya. Remaja itu menyesap aroma keringat yang bercampur dengan minyak telon yang selalu diberikan Zakiya disekujur tubuh bocah tujuh tahun itu. Sama seperti Z

