“Mbak, adeknya itu bilangin kalo bawa mobil hati-hati, jangan ngebut!” peringat seorang pria yang bumper mobilnya menjadi sasaran srudukan mobil Zhafif. “Mobil saya jadi penyok ini!” Remaja lelaki itu meringgis sembari menunduk meminta maaf, walau Zhafif sudah mengerem sekuat tenaga, namun sayangnya ia belum bisa menghindari tabrakan. Zakiya yang mendengar itu memutar bola matanya sedikit kesal kerena dianggap sebagai kakak perempuan Zhafif. Ckk, sangat menyebalkan. Tapi, setidaknya in lebih baik daripada dianggap sebagai ibu dari suaminya sendiri. Tak ingin masalah berlarut, Zhafif akhirnya harus merogoh kantongnya untuk membayar ganti rugi atas karusakan bumper mobil yang ia tabrak. Sebenarnya Zakiya ingin membayarnya namun pria remaja itu dengan tegas menolak, ini karena kelalainya

