Aku menatap kakiku yang perbannya sudah diganti, sepertinya pas pulang ke Jakarta nanti hal yang harus ku lakukan adalah langsung mengecek luka itu. Aku menatap Ninda dan Hilma yang kembali sibuk mengambil mangga katanya untuk dibawa pulang kerumah Bu bidan. Sedangkan Bu Bidan dan Bu Kinan sedang sibuk berbincang di dalam, aku dan kakanya Ninda memilih duduk diteras sambari menatap kedua remaja didepan sana. "Jadi kamu mengalami penculikan gitu?" setelah lama hening akhirnya perempuan seumuran dneganku itu akhirnya bersuara, mungkin bu Bidan sudah menceritakan semuanya. "Mungkin, karena pas aku buka mata adanya di sekitar sini." perban kakiku langsung diganti saat Bu Bidan sampai tadi, sedangkan Ninda memilih mengamati sesekali aku lihat dia meringis pelan padahal aku yang terluka.

