Bab 41 - Tamu?

2144 Kata

Aku menatap kesal kearah Kak Gilang pagi ini, dia berjanji akan menemaniku jalan-jalan keluar jalan-jalan tapi nyatanya ia malah sibuk dengan kalimat-kalimat diagnosis dalam map itu, aku menghentakkan kaki kemudian meninggalkannya sendiri. Pagi yang menyebalkan. Aku berjalan kearah dapur, mendudukan diri dimeja makan. Mengambil selembar roti kemudian mengoleskan selai coklat diatasnya, entah kenapa kesal seperti ini malah membuatku lapar. Aku menatap jam yang berada tepat diatas kulkas, disana menujukkan pukul 9 pagi, kenapa juga Kak Gilang harus sibuk sepagi ini. Berdiri, berjalan pelan membuka kulkas. Mataku berbinar menatap banyaknya buah-buahan didalam sana. Spertinya makan buah sambil nonton kartun bisa membuat pikiranku tenang dan terhibur daripada memikirkan Kak Gilang dengan se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN