12. Suka menakuti orang

1113 Kata
Tidak tahu sudah berapa lama mereka berdua berdansa, disaat lainnya sudah beberapa kali berganti pasangan. ''Kuberi waktu sampai besok untuk pindah ke group Ma. Tidak ada Tapi. Aku tau kamu mencoba meminjam ke orang asing itu. Bermimpilah!!!!. dia pasti tidak akan memberikannya. Pilihanmu hanya satu.'' Kata James ''Sebenarnya, Apa yang anda inginkan?"Ruby menyipit dengan amarah yang ditahannya. ''Apa yang aku inginkan, tentunya kamu lebih tau."James mengedipkan matanya. Entah apa yang merasuki bosnya, Drago garuk-garuk kepala terbodoh sedari tadi. Bosnya yang terkenal anti terhadap sentuhan wanita. Namun dengan wanita ini Tuannya sangat sadar selalu menempel. ''Kakak pertama, kurasa sebentar lagi kita akan punya Nyonya muda."Kata pengawal James lainnya kepada Drago. Drago hanya terpaku menatap kedua orang itu. "Lepaskan aku, aku ingin berbicara pada bosku dulu."Kata Ruby berusaha menjauhkan tubuhnya. Tindakan itu jelas-jelas Menyulut kemarahan James ''Sudah mau cepat-cepat pergi kepelukannya ya?." ''James lepaskan....!!"Ruby berteriak ''Apa lebihnya dia dibanding denganku. Haa. Aku bisa memberimu apa yang kau inginkan."Dengan nada tinggi James berkata ''Apa yang dia bisa berikan padaku, aku yang lebih tahu."Kata Ruby. Api di mata James sudah tersulut. Sudut bibirnya menyungging. ''Ruby....apa kau tau yang kau katakan?" James berkata Tiba-tiba terdengar panggilan Andre untuk Ruby. Namun Ruby tidak bisa melihat Andre. Karena suara itu membuat Jamea gelap mata. Tangan James sudah mencengkram tangan Ruby, menariknya menjauh dari lantai dansa. Keluar dari pintu darurat ruang ballroom. Menuruni setiap anak tangga. ''b******k, kita mau kemana?! , lepaskan aku."Ruby berusaha menarik tangannya. Namun tubuhnya terus ditarik James. ''Buka kamar.!!!'' "Untuk apa buka kam....... Belum selesai menyelesaikan kata-katanya. Ruby tergelincir karena sepatu haknya. Dia terjatuh tepat dipelukan James. Dengan gerakan cepat James menangkap Ruby. Memeluknya, dan memutar tubuhnya menjadi posisi menekan Ruby ke dinding tangga darurat. ''Kau tanya untuk apa?. Tentu saja untuk bermain, permainan Pria dan wanita dewasaa...!!. James mengatakan dengan suara beratnya ditambah suara serak dari nafsu terpendamnya. Jari-jari James menyentuh pipi mulus Ruby. Menggerakkan setiap jarinya menelusuri bibir Ruby. Keheningan menciptakan ruang bagi mereka. Mata James mulai berkabut. Dia benar-benar tidak bisa lagi menahannya. Wanita ini sungguh membuatnya gila. Ruby dengan nafas berat ikut terbawa suasana. Pria ini benar-benar memiliki aroma seperti Reyhan. Aroma yang selalu dia rinduhkan. Bagaimana dia tidak ikut terhanyut didalamnya. Dengan gerakan lambat, Bibir James akhirnya menyentuh bibir Ruby dan dengan kasar melumatnya. Tanpa memberikan sedikitpun rongga. James sudah mabuk oleh rasa bibir Ruby, rasa manis bibir yang tidak bisa diungkapkan. Rasa yang familiar menyebar ke seluruh tubuhnya. Tangan James menyentuh mesra leher Ruby, menelusuri setiap jengkal kulit dileher Ruby. Tangan lainya sudah mendekap pinggang Ruby dengan erat. Ruby sudah kalah dibuatnya. Namun, Tiba-tiba James merasakan hal tidak beres pada perutnya terasa nyeri yang tiba-tiba?. Kening James mengkerut karena sakit di perutnya. Apa Kambuh lagi?...... Nafsu James sudah menutupi rasa sakitnya. James melanjutkan gerakannya. Melepas tali gaun di leher Ruby, dengan sentuhan yang ringan. Gerakan itu membuat Ruby tersentak. Dia berusaha mendorong James dengan kedua tangannya. James yang lengah terdorong menjauh dan tubuhnya menabrak railing tangga. Sakit di perut James seperti meledak setelah tabrakan itu. James meremas perutnya, dengan kesakitan dia meringkuk. Sakit sekali, bukan karena benturan. Tapi sakit yang berbeda. Hampir mati rasanya. Ruby kira dorongannya terlalu kuat. ''Hei, cukup beraktingnya.! Dia berkata pada James Melihat james mandi keringat, dan kesakitan membuat Ruby memberanikan diri menyentuh James. ''Apa kau sedang bercanda?'' Tidak ada jawaban dari James. Ruby memegang lengan James dengan kuat. Mata James sudah buram, bayangan Ruby pun terlihat menghilang. Tiba-tiba James tidak sadarkan diri dengan kepalanya jatuh di pundak Ruby. ''Tolong,....!"Ruby berteriak ketakutan. Dengan segera Drago dan pengawal lainnya yang sedari tadi mengawasi sudah berlari ke arah James. Di sebuah bangsal VVIP rumah sakit. Belasan Dokter sudah berada disekeliling James. Hampir semua terlihat panik dan bekerja sesuai bidangnya. Hingga beberapa menit kemudian. Terlihat James sudah siuman. Namun ditubuhnya dipenuhi dengan selang beraneka rupa. Terlihat dari luar bangsal, Ruby berdiri dengan memandang nanar James dari kaca pemisah antara bangsal dan ruang luar. Ruby, masih mengenakan gaun pestanya. Dia sudah lupa jika meninggalkan Andre dipesta. Mungkin Andre sudah mencarinya kemana-mana namun Ruby hanya berfikir untuk menemani James ke Rumah Sakit, karena panik dia selalu ada disamping James. Dibalik kesakitannya, James dengan sadar melihat samar sosok wanita dibalik kaca itu. Hati James menghangat, ada seseorang yang mengkhawatirkannya diluar sana. Dia merasa dunianya sekarang sangat indah. James berusaha berbicara, namun suaranya sangat kecil, hingga tak dapat didengar oleh dokter disekelilingnya. James berusaha lebih keras lagi. ''Tolong panggilkan pengawalku.'' Suara James akhirnya terdengar Drago masuk setelah dipanggil dokter dan mendengarkan setiap perkataan James. . . Entah sejak kapan Drago sudah berada disamping Ruby. ''Nona, Tuan muda mengharuskan kamu memakai ini.'' Drago memberikan Tuxedo James kepada Ruby untuk menutupi tubuhnya. Dirumah sakit sedingin ini masi mengenakan gaun pesta yang terbuka pasti mencari mati. ''Terimakasih."Mata Ruby sudah berair. Bagaimana iblis itu masih bisa menekannya dalam kondisi seperti itu. Hati Ruby terasa masam. Sebenarnya Iblis itu sangat hangat, namun sifat sewenang-wenangnya yang membuat Ruby membencinya. Puluhan orang berbaju hitam kekar terlihat berdiri disepanjang koridor bangsal. Hal ini membuat Ruby merinding. Tidak lama kemudian James sudah ditidurkan kembali. Melihat keadaan James dipenuhi selang membuat Ruby tersenyum sesaat. ''Bahkan orang selicik itu bisa jatuh sakit?!"Ruby mengucapkannya sangat lirih, namun tidak sengaja terdengar oleh Drago yang masih berada disebelah Ruby. ''Tuan muda kami, dia mempunyai radang usus yang akut. Beberapa tahun ini, dia melalui hal-hal yang tidak mudah, membuatnya makan sekali dalam sehari saja sudah bagus."Kata Drago sambil menatap James di dalam. Ruby mendengarkan sambil melengkungkan dahinya. Drago melanjutkan kata-katanya ''Tapi beberapa bulan ini berbeda, wanita jelek sepertimu bahkan bisa membuatnya tersenyum seharian."Drago sengaja mengejeknya. ''Apa kau bilang??. Kalau aku jelek, lalu kau apa?!"Ruby mendengus kesal. Bagaimana bisa orang ini tiba-tiba mengejeknya. Drago tersenyum tipis ''Nona, anda tidak kenal organisasi Ma?, berani sekali anda selalu menentang Tuan muda kami'' Drago masih menghakimi Ruby "Tidak,....aku tidak mengenal itu. Jika aku mengetahuinya juga, aku tidak ingin terlibat lebih jauh. Kumohon supaya tuanmu bisa melepaskanku. Dia juga sedang sakit kan. Aku akan membayar lunas secepat mungkin. Okee.....!"Ruby berkata dengan acuh Drago terkekeh ''Nona, anda begitu sangat polos. Hahahaha. Tuan kami memang sedang terbaring sekarang, tapi 10 menit saja dia akan pulih lagi. Dia akan datang lagi dan lagi untuk anda.'' ''Apa dia punya kelainan, kenapa dia sangat suka menakuti orang.'' Ruby memarahi Drago ''Menakuti orang adalah pekerjaan kami nona.!"Drago terkekeh lagi. Batin Ruby, bos dan pengawal yang sangat aneh. ''Kau bilang dia akan segera pulih kan? Baiklah aku pergi."Ruby berkata sambil berbalik ''Nona, tuan menyuruh kami mengantarmu."Drago menahan Ruby Ruby mengangguk dan berbalik pergi. Tidak jauh Ruby melangkah Drago menambahkan "Nona, demi keselamatanmu dan orang-orang disekitarmu. Turuti saja apa keinginan Tuan. Percayalah padaku.'' ''Baiklah, aku akan memikirkannya lagi. Sudah jangan cerewet lagi.'' Ruby pergi dengan kesal. Meninggalkan Drago yang selalu mengawasi James.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN