Tipu muslihat Lulun samak

1016 Kata
Pak Cokro lalu menemui sang Lulun samak untuk mencari tahu apakah kematian mantan stafnya itu akibat ulahnya. “Iya Cokro..., Akulah yang mengajaknya untuk tinggal bersamaku didasar danau ini. Aku tawarkan kekayaan dengan menampilkan istanaku yang ada didasar danau ini dan dia lalu tertarik untuk ikut bersama denganku.” Ucap sang Lulun samak. Pak Cokro lalu menghela nafasnya. Pak Cokro sadar akan tipu muslihat yang dilakukan oleh Lulun samak itu. “Aku sengaja tidak pernah menampilkan istanaku kepadamu, Cokro. Aku tidak ingin kau terpana dan menceburkan dirimu kedalam danau ini. Kau harus tetap menjadi penyembahku yang setia, Cokro.” Ucap Lulun samak itu. Pak Cokro agak sedikit takut dengan ucapan Lulun samak itu, tapi pak Cokro tak menampilkan ketakutan yang sedang menderanya. Setelah pertemuan itu, pak Cokro lalu pulang kerumahnya dan memikirkan tentang bagaimana rupa istana si Lulun samak itu sampai-sampai orang mau menceburkan dirinya kedanau setelah melihatnya. Lulun samak itu bermaksud menampilkan istananya kepada pak Cokro lewat mimpi pak Cokro saat pak Cokro tidur nanti. Sesampainya dirumah, pak Cokro lalu berusaha tidur memejamkan matanya. Tak menunggu waktu yang lama pun, pak Cokro bisa langsung tidur terlelap. Entah mengapa malam itu pak Cokro merasakan kantuk yang sangat luar biasa. Pak Cokro lalu langsung bermimpi berada ditempat yang asing baginya. Disana ia disambut oleh keempat wanita dan diajaknya pak Cokro untuk masuk kedalamnya. Pak Cokro hanya mengikuti saja arahan keempat wanita cantik yang belum pernah ditemuinya di dunia nyata ini. Saat masuk kedalam gerbang tempat itu, pak Cokro terus masuk dituntun oleh keempat wanita itu. Tak menunggu lama, pak Cokro lalu melihat sosok wanita sangat cantik dengan riasan yang sangat indah. “Kau masih ingat denganku, Cokro?” tanya wanita dengan tampilan istimewa itu. Seperti itulah wujud Lulun samak itu saat memperlihatkan dirinya kepada manager yang pernah bekerja ikut dengan pak Cokro di kebun teh miliknya. Pak Cokro menatap tajam mata wanita itu dan pak Cokro tahu sosok wanita itu adalah Lulun samak yang selama ini disembahnya. “Sekarang kau ingat padaku kan, Cokro? Akulah yang selama ini kau puja-puja, akulah yang selama ini memberikanmu kekayaan. Aku sengaja tak menampilkan wujud ini kepadamu saat kau menemuiku, aku tahu kau pasti akan terpana dan kau akan menceburkan dirimu kedanau dan ikut denganku. Kali lihat orang-orang itu Cokro, apakah kau mengenalnya?” Ucap Lulun samak itu. Pak Cokro lalu melihat kesuatu arah yang ditunjukkan oleh Lulun samak itu. Pak Cokro melihat ada jiwa-jiwa orang yang pernah ditumbalkannya. Pak Cokro melihat kearah mereka yang terlibat bahagia. Pak Cokro juga melihat keempat sosok putranya. “kau lihat, Cokro..., Keempat laki-laki itu adalah putramu yang aku rawat dengan baik. Mereka aman tinggal bersamaku.” Ucap Lulun samak itu dengan tipu muslihatnya. Lulun samak itu telah berdusta kepada pak Cokro dengan menampilkan wajah orang-orang yang pernah tenggelam didanau itu. Mereka memang terlihat tampak baik-baik saja dan terawat dengan baik padahal aslinya mereka sangat menderita di alam sana. Menjadi b***k Lulun samak itu adalah mimpi buruk bagi mereka yang tak mereka minta. Karena ketidak Tahuan mereka pernah menerima sesuatu dari pak Cokro, maka jiwa mereka yang ditukar sebagai penggantinya. Sebenarnya kalau mereka bisa berbicara saat itu, mereka akan mengatakan kepada pak Cokro bahwa mereka sangat menderita disana. Tapi mereka sama sekali tidak bicara apapun, mulut mereka telah terkunci dihadapan pak Cokro. Tidak ada satupun manusia yang bahagia menjadi tumbal atas ketidak Tahuan mereka. Pak Cokro pun lalu bangun dari tidurnya, waktunya sekitar pukul empat pagi. Pak Cokro berkeringat dan mengatur nafasnya. Setelah agak tenang, pak Cokro lalu mengingat mimpinya yang dianggapnya indah itu. Pak Cokro sekarang sudah takut lagi akan kematian. Tipu muslihat yang ditampakkan oleh Lulun samak itu pun berhasil mempengaruhi pikiran pak Cokro. Pak Cokro pun tak lagi merasa bersalah telah menumbalkan orang-orang disekitarnya termasuk keempat putranya. Pak Cokro seakan merasa bahwa dirinya membuka jalan kebaikan kepada orang-orang itu. Melihat kearah sang istri yang masih tidur terlelap, pak Cokro pun lalu tidur kembali disamping sang istri. Tipu muslihat sang Lulun samak berhasil mengelabui pak Cokro dan berhasil mengubah pemikiran pak Cokro. Pak Cokro merasa bahwa menumbalkan seseorang adalah jalan kebenaran mendapatkan hidup yang kekal abadi. Pak Cokro tidak sadar bahwa setan tak boleh dipercayai dan tak bisa dipercaya. Pak Cokro tidak sadar akan hal itu. Kini rasa bersalah telah menumbalkan orang lain pun tak ada lagi dalam pikiran pak Cokro. Setitik contoh tipu muslihat setan yang berhasil membuat pak Cokro percaya bahwa dirinya telah membantu orang menemukan kekalnya hidup bersama dengan Lulun samak itu. Pak Cokro tak pernah ditampilkan bahwa mereka disana sangat menderita menjadi b***k Lulun samak itu. Mereka bekerja terus menerus tanpa bisa beristirahat sampai hari kiamat tiba. Hanya kiamat saja yang nanti akan memberhentikan pekerjaan mereka. Setiap hari sebenarnya mereka selalu menangis tanpa henti karena mereka yang telah dijadikan b***k oleh Lulun samak itu. Tapi tak seperti yang ditampilkannya kepada pak Cokro, mereka terlihat baik-baik saja. Mereka tengah hidup dialam yang tak pernah mereka fikirkan akan menjadi tumbal-tumbal pak Cokro. Keesokan paginya, Wulan dengan semangat berangkat kekantor untuk menyelesaikan tugasnya yang selama ini dibuat ngawur oleh para stafnya. Pak Cokro pun hari ini bermaksud membantu putrinya itu sampai putrinya mendapat pengganti stafnya. Nantinya tidak akan ada lagi yang mananya manager dijajaran kantornya. Bos akan mengambil alih posisi manager. “Nak..., Hari ini bersiaplah untuk bersibuk-sibuk ria karena hanya ayah yang akan membantumu sementara waktu sampai kau berhasil menemukan orang-orang jujur.” Ucap pak Cokro kepada putrinya. “iya ayah..., Wulan sepertinya sangat memerlukan bantuan ayah. Wulan memutuskan untuk mengambil orang-orang kita sendiri, ayah bantulah Wulan untuk memilihnya.” Ucap Wulan. “tentu saja ayah akan membantumu, nak.” Ucap pak Cokro lalu mengelus kepala sang putri. Mereka pun mulai berangkat menuju kebun teh dengan menggunakan kuda mereka masing-masing. Wulan juga demikian. Wulan selalu mempesona ketika memacu kudanya. Sesampainya dikantor perkebunan teh, Wulan lalu langsung mengecek ke bagian keuangan dan rencananya hari ini Wulan akan berkeliling di area perkebunan teh miliknya dan akan memperhatikan orang-orang yang akan dipilihnya nanti menjadi stafnya. Mungkin selain jujur, Wulan akan memilih orang yang tidak terlalu tua dan minimal berpendidikan lulusan SMA. Memang sulit menemukan orang-orang dengan lulusan sekolah menengah atas, tapi Wulan akan menemukannya. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN