Arga mengeringkan rambutnya menggunakan handuk berwarna biru gelap. Ia berdiri tepat di depan wastafel dengan kaca yang menampilkan sebagian dari keseluruhan tubuhnya. Ia memerhatikan luka yang menghiasi sudut bibirnya, lebam di rahang kiri dan juga sudut mata kanan. Tidak lagi meringis, seakan sudah terbiasa merasakan luka. Arga kemudian menyalakan komputernya setelah berpakaian lengkap. Ia mandi pagi-pagi sekali, padahal sedang tidak ada kegiatan. Pria itu bekerja di bidang information and technology. Bekerja secara fleksibel namun disiplin. Arga segera mencari informasi mengenai Leon. Sepertinya Ia penasaran apa yang membuat Leon semarah itu tadi malam. Padahal jelas saja, diikuti seperti itu, diawasi hingga berjam-jam pasti membuat Leon tidak nyaman. Tapi, kekerasan bukan solusi

