Leon menyusuri trotoar jalan sendirian. Ia berjalan menuju ke tempat dimana sahabat mamanya bekerja. Ya, Ia akan mengunjungi dr Paula. Setelah sekian lama tidak bertemu, tidak bertukar kabar, Leon memberanikan diri untuk sekedar menyapa orang yang pernah berjasa dalam masa terpuruknya. Rumah sakit tempat dr Paula bekerja, berdekatan dengan praktik psikologist yang sering ditemuinya. Sepertinya Ia berpikir untuk sekaligus menyapa dr Paula sepulang dari kegiatan terapinya. Ia berjalan pelan, menikmati angin yang menghembuskan surai hitamnya. Cuaca sedang tidak terik-teriknya, makanya Leon memutuskan untuk lebih lama berada di luar rumah. Ia melihat dari kejauhan, seorang wanita yang terlihat sukses dan rapi di usianya yang sudah tidak muda lagi. Leon memerhatikan, apakah benar itu adalah

