Mobil Dimas terparkir di parkiran perusahaan Adam saat aktivitas kerja di kantor sudah berlangsung. Tadi malam Adam menghubungi Dimas dan menyuruhnya datang. Tak ada tebakan berarti yang Dimas pikirkan. Tidak mungkin ‘kan kalau ini soal PH, soal pekerjaannya? Dimas sudah melakukan yang terbaik. Lagian Dimas sudah meminta agar papanya tak perlu lagi mengurusi masalah pekerjaannya. Saat sampai di depan ruangan papanya, sang asisten menyilakan dia masuk. Tumben Papanya tidak ada rapat, biasanya pagi-pagi pun sudah sibuk. Memang sih sibuk, Adam sedang berkutat dengan dokumennya di meja kebesaran. “Ada apa, Pa?” Adam mendongak, kaca matanya turun dan bertengger di hidung. “Kamu menemui Diana?” tanyanya kembali larut dalam bundelan kertas. “Papa tau dari mana?” tanya Dimas baru saja mendar

