Kali ini semangat Dimas mengembalikan rumah tangganya kembali membara. Dia tahu sekolah Disha, dia tahu rumah Diana, dan dia punya kesempatan mencari celah agar Diana kembali menerimanya. Wanita itu pantas diperjuangkan. Baiklah, Dimas jadi pria yang tak kenal penolakan. Pria yang bebal. Sama seperti saat menghampiri Diana di tokonya, Dimas juga datang pagi sekali dan menunggu di depan sekolah Disha. Belum ada siapa pun yang datang, gembok gerbang juga masih terkunci karena sang satpam belum tiba. “Udah jam segini kok belum ada yang datang sih?” gumamnya. Jam sudah menunjuk pada angka delapan, tapi belum ada yang datang sama sekali. Apa jam sekolah sudah semakin ngolor sampai jam segini belum ada yang datang?” Seorang ibu melintas dekat mobilnya, Dimas pun menghentikannya. “Bu, numpan

