Twenty one : Keep Try

1320 Kata

Napasnya berhembus lega. “Eh, Bu Nabila.”  Bu Nabila adalah pemilik rumah Diana sebelumnya. Dulu pasca cerai, Dimas berjanji akan memberikannya sebuah rumah. Tentu saja wanita itu tidak berharap sebuah rumah mewah atau ukuran yang besar, rumahnya yang sekarang saja sudah cukup. “Kebetulan ketemu di sini,” kata Bu Nabila, tangannya mendekap sebuah map. Pertanyaan itu menimbulkan pertanyaan, untuk apa? Sudah lama sekali sejak mereka memiliki urusan. “Ada apa ya, Bu?” “Ini, Bu, sewa rumahnya ‘kan bentar lagi mau selesai, Bu Diana mau nerusin sewanya atau enggak ya?” “Sewa rumah?” Apanya yang disewa? Rumah itu ‘kan sudah atas rumah Diana. Err ... setidaknya begitu yang dibilang Adam dulu. Bu Nabila mengangguk—wajahnya kelihatan bingung. “Iya. Suami Ibu ‘kan sewa untuk tiga tahun aja. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN