Twenty : Bad War

1484 Kata

Diana menyesal menyambut Putra dengan baik. Dia kira pria itu akan pergi setelahnya, padahal yang ada Putra datang lagi dan mengganggunya. Lihat sekarang, dia sengaja duduk di depan meja kasir dan tak bosan mengajak Diana mengobrol meski tidak ditanggapi. Wanita itu melirik datar Putra yang tersenyum lebar. Dia tak ingat pernah melihat Putra tersenyum selebar itu. “Put, aku minta kamu jangan sering-sering ke sini,” pintanya terdengar keberatan. “Kenapa? Gue kan gak ganggu lo.” “Kalau Teh Diana gak mau Abang ke sini sering-sering berarti Teh Diana gak nyaman,” celetuk Aji dari balik rak toko. Putra mendengus tak suka lalu mengumpat, “Nimbrung aja.” “Aji bener, Put. Kamu gak ada alasan buat datengin aku tiap hari. Gabut atau Cuma pengen ke sini, kamu Cuma buang-buang waktu masing-masing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN