Teror

1197 Kata

"Ada apa, Intan?" Om Hasan datang diikuti Tante Fitri dan Yudith. "Ada orang mencurigakan, Om, di sana!" Intan menunjuk ke arah pohon di seberang. "Mana? Nggak ada siapa-siapa?" Om Hasan sudah berada di balkon dan tak mendapati siapa pun seperti yang disebutkan Intan. Keadaan jalan komplek pun terlihat sepi menjelang maghrib, begitu juga dengan rumah Arga yang masih tertutup rapat. "Ada, Om! Tadi ada laki-laki di sana!" Intan yakin penglihatannya tak mungkin salah lihat. "Dia berdiri di bawah pohon itu, pakai baju serba hitam, Om!" Om Hasan, Tante Fitri dan Yudith saling berpandangan. Mereka menganggap Intan sedang mengalami delusi akibat riwayat penyakit mentalnya dan pengaruh obat yang dikonsumsi. "Tan, Tante percaya kan sama Intan?" Intan menghampiri Tante Fitri untuk meminta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN