Kambing Hitam

1096 Kata

"Intan?" Arga menurunkan senjata perlahan. Dua polisi itu sempat saling pandang dan tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. "Intan?" Arga mulai mendekat. "Kaaaak," Intan masih gemetar dan menangis. "Turunin pisaunya, oke?" pinta Arga, ia takut Intan akan berbuat nekat dengan benda tajam di tangannya. Intan menggeleng kuat, "bukan aku yang lakuin, Kak, bukan aku!" "Iya, Sayang, aku percaya. Sekarang jatuhin pisaunya ya!" titah Arga. Intan pun melempar pisau lipat yang berlumur darah ke lantai. Arga kemudian memeluk Intan, erat. Keduanya luruh di lantai yang sudah basah oleh darah. "Kakaaaak, bukan aku, bukan aku ..." Intan semakin menangis histeris dalam pelukan Arga. Polisi tampan itu bisa merasakan ketakutan yang teramat sangat dari kekasihnya. Dalam hati Arga juga mey

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN