Arga masih tak terima HS menjadikan Intan dan Yudith sebagai tumbal untuk mengancamnya. Kini Arga semakin dilanda dilema. Sebagai aparat hukum, hatinya terpanggil untuk menegakkan hukum. Tapi sebagai lelaki, ia pun tak rela Intan tersakiti. Saat sedang bimbang di persimpangan jalan, teleponnya kembali berdering. Arga mengusap layar dengan malas. "Ga, dimana lo? Udah ngilang aja? Si intan juga nggak ada di meja. Lagi pacaran lo, ya?" cecar Deny saat panggilan tersambung. Seketika Arga teringat sesuatu. "Den, lo pernah bilang kalau mau bantuin gue usut kasus HS, kan?" "Buset, nih orang ditanya bukannya jawab malah tanya balik." "Ck, udah jawab aja!" Arga sedang tidak ingin bergurau sekarang. "Iye, kenapa emang?" "Gue butuh bantuan lo sekarang," ucap Arga kemudian berlanjut dengan ceri

