Kagum Dalam Diam-9

2202 Kata

Kami begadang sampai malam hingga sekitar pukul dua pagi, kami baru menuju ke tenda masing-masing untuk berisirahat. Ustaz Hilman langsung tidur, aku pun berusaha memejamkan mata hingga akhirnya aku pun tertidur. Keesokan harinya, kami menikmati sun rise dari puncak Gunung Prau sesekali kami berfoto. Entah kenapa aku merasa ada yang tak beres dengan gadis bernama Hana itu, dia memang tidak berkerudung tapi jujur tingkahnya membuatku harus waspada. Beberapa kali dia berusaha menyelinap dan ingin berfoto dekat denganku. Untung ada Mas Gino. “Han. sini kamu! Mereka orang pesantren gak kayak kita,” ucap Mas Gino tegas. Kulitik Hana hanya memberengut kemudian kembali mendekat ke arah Nada dan Caca. Setelah sesi foto selesai, kami berpencar. Aku sengaja mendekat kepada Azmi yang tengah sibuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN