Kagum Dalam Diam-10

2310 Kata

Pikiranku melayang pada pertemuanku beberapa waktu yang lalu dengan kedua orang tua Nada. “Kamu Gus Jamaludin Akbar? Yang calonnya Ning Asyifa?” tanya Kyai Munir, Ayah Nada. “Nggih Bah, tapi aslinya saya maunya nikah sama putrinya Abah cuma ya itu panjang ceritanya.” “Ya coba diceritakan.” Kini Bu Nyai Aliyah, ibunya Nada yang bersuara. Aku dengan semangat dua ribu dua dua menceritakan kronologis ups ... kejadian dari awal perkenalan hingga peristiwa bagaimana aku sampai bertunangan dan ditendang. Setelah menceritakan semuanya, kulihat Pak Kyai Munir manggut-manggut sedangkan Bu Nyai Aliyah tersenyum. “Baiklah semua tergantung pada Nada. Kamu gimana Nad? Mau nerima gak?” “Nada gak tahu Abah.” Nada menunduk dan mencengkeram gamisnya. “Owh ... ndak mau? Ya wis Gus Jamal buat Mbak kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN