“Terserah yang jelas bukan aku. Duluan ya Nad, nanti kita sambung.” Dengan secepat kilat Jamal berlari. Hana terlihat akan ikut berlari tapi dia bertabrakan dengan Azmi yang sedang memasuki ruang makan. “Astaghfirullah ini kuntilanak kok malah menampakan diri terus sih!” ketus Azmi. “Woiiii, kamu ngomong apa hah?!” “Apa?!” Azmi menatap Hana sambil melotot. Aksi keduanya yang bersitegang terhenti karena kedatangan Budhe dan Caca. “Ca ....” “Nggih, Umi.” “Kasihkan baju sama kerudungnya.” “Nggih, Umi.” Caca menghampiri Hana dan mengulurkan gamis serta kerudung yang dari tadi Hana tolak untuk dikenakan. “Pakai itu Nduk, tubuh kamu terlalu berharga buat diumbar auratnya.” Budhe berkata dengan tutur kata lembut. “Ck. Iya-iya ini Hana pakai.” Hana akhirnya memakai gamis pemberian Caca

