Begitu pintu suite terbuka, Winona disambut oleh kemewahan yang gila. Ruang tamu yang luas dengan balkon pribadi menghadap Colosseum, botol champagne yang mendingin di atas meja, dan hanya ada satu lorong menuju area kamar. Winona meletakkan tasnya dengan kasar. "Aku mau tidur di sofa saja!" Ragahdo melepas jasnya, menyisakan kemeja putih yang mencetak otot punggungnya. "Jangan konyol. Tidurlah di ranjang, aku janji nggak akan ganggu kamu kecuali kamu yang minya. Tapi sebelum itu ...." Pria itu menunjuk ke arah koper milik Winona yang sudah diletakkan pelayan di dekat meja rias. "Coba buka kopermu! Aku rasa ada beberapa barang yang 'terlupa' di Jakarta. Telitilah, nanti aku akan menyuruh pelayan untuk membelikan barang yang terlupa." Winona segera membuka koper itu dan seketika wajahn

