Bab 11. Jandaku Pergi Membawa Candu

1100 Kata

Suasana kafe di Trastevere yang tadinya hangat dan penuh tawa seketika membeku. Kata-kata Ragahdo tentang rujuk dan bersedia memberikan seluruh dunia seolah menjadi pemicu ledakan di dalam d**a Winona. Tembok yang hampir runtuh itu tiba-tiba dibangun kembali dengan batu bata yang lebih keras, semen yang lebih kuat, dan kawat berduri yang tajam. "Tidak! Aku tidak mau rujuk denganmu, Ragahdo. Tidak mau dan tidak akan pernah!" tegas Winona dengan suara bergetar, tapi penuh keyakinan. Ragahdo terdiam, tatapannya yang tadi lembut berubah menjadi sayu yang menyakitkan. Namun, dia tidak menyerah. Dia tetap mengajak Winona melanjutkan perjalanan menuju Pincio Hill di taman Villa Borghese, tempat terbaik untuk menikmati sunset di Roma. Di sana, langit Roma berubah menjadi kanvas raksasa dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN