Bab 18. Jandaku Pergi Membawa Candu

1132 Kata

Winona menatap mata Ragahdo dengan cemas. "Aku nggak mau dijadiin istri simpanan kamu. Aku nggak mau statusku disembunyikan lagi seperti dulu, sementara di depan publik kamu bersanding dengan Jelita karena alasan bisnis keluarga." Ragahdo terdiam. Genggamannya pada tangan Winona mengencang. Suasana ruang makan yang tadinya hangat mendadak berubah tegang. Ragahdo menarik napas panjang, tampak sedang menimbang kata-kata yang paling tepat untuk menjelaskan posisi rumit yang dia ciptakan. "Winona, dengarkan aku," ucap Ragahdo dengan suara rendah dan serius. "Soal Jelita ...." Ragahdo menjeda kalimatnya cukup lama, membuat jantung Winona terasa seperti sedang diremas. Di kejauhan, suara ombak terdengar menderu, seolah menjadi latar belakang dari badai yang akan segera datang menghantam kehid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN